Integrasikan Pengobatan Tradisional, UBK Gelar Kuliah Tamu “Pemanfaatan Terapi Herbal dalam Asuhan Kebidanan”
Dalam upaya memperkuat kompetensi mahasiswa pada aspek pelayanan kebidanan komplementer, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhakti Kencana menyelenggarakan Kuliah Tamu dan Workshop bertema “Pemanfaatan Terapi Herbal dalam Asuhan Kebidanan.” Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya pemanfaatan pengobatan tradisional berbasis herbal yang telah digunakan secara turun-temurun, serta didukung oleh rekomendasi global sebagai alternatif yang relatif aman dalam pemeliharaan kesehatan, pencegahan, dan pengobatan penyakit.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 27 Januari 2024 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Rumah Sakit Holistic Purwakarta. Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa Program Studi D3 dan S1 Kebidanan, serta dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhakti Kencana. Kegiatan dirancang dalam bentuk seminar dan workshop yang menggabungkan pendekatan teori dan praktik, sehingga memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi peserta.
Materi yang disampaikan berfokus pada konsep dasar terapi herbal, jenis-jenis tanaman obat yang dapat dimanfaatkan dalam asuhan kebidanan, serta aplikasinya dalam pelayanan kesehatan ibu. Pada halaman 5, dijelaskan bahwa penggunaan herbal dinilai memiliki efek samping yang lebih minimal dibandingkan obat modern, sehingga menjadi alternatif yang relevan dalam praktik kebidanan berbasis holistik. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan wawasan mengenai integrasi terapi herbal dalam upaya promotif, preventif, hingga kuratif.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif dengan metode pembelajaran berupa pemaparan materi, demonstrasi oleh instruktur, serta diskusi aktif antar peserta. Berdasarkan uraian pada halaman 7–8, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung yang memperkuat pemahaman aplikatif dalam penggunaan terapi herbal di lingkungan pelayanan kesehatan. Lingkungan Rumah Sakit Holistic turut memberikan nilai tambah karena peserta dapat melihat secara langsung penerapan terapi komplementer dalam praktik klinis.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan evaluasi pada halaman 11, mayoritas peserta menilai kegiatan berada pada kategori “sangat baik” sebesar 53%, diikuti kategori baik dan cukup, yang menunjukkan kualitas penyampaian materi, waktu pelaksanaan, serta sarana prasarana yang memadai. Meskipun terdapat keterbatasan waktu praktik langsung, kegiatan tetap berjalan efektif dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
Secara strategis, kegiatan ini memberikan kontribusi penting terhadap penguatan profil lulusan Program Studi Kebidanan, khususnya dalam membentuk lulusan yang mampu mengintegrasikan terapi herbal dalam asuhan kebidanan secara aman, holistik, dan berbasis kebutuhan klien. Pada tingkat fakultas dan Universitas Bhakti Kencana, kegiatan ini memperkuat inovasi pembelajaran, memperkaya pendekatan interdisipliner, serta mendukung pencapaian lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing dalam pelayanan kesehatan.Melalui kegiatan ini, Universitas Bhakti Kencana kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kebidanan yang tidak hanya berbasis ilmu klinis, tetapi juga mengintegrasikan kearifan lokal dan pengobatan tradisional sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan.




