Perkuat Asuhan Komplementer, UBK Gelar Seminar Workshop “Therapy Sujok” bagi Mahasiswa Kebidanan
Dalam upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang pelayanan kebidanan komplementer, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhakti Kencana menyelenggarakan Seminar Workshop bertema “Pengembangan Komplementer Therapy Sujok dalam Pelayanan Kebidanan.” Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya kebutuhan pendekatan alternatif dan komplementer dalam pelayanan kesehatan ibu, yang dapat membantu mengurangi intervensi medis serta meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan kebidanan.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 20 Desember 2023 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Kampus 2 Universitas Bhakti Kencana Bandung. Seminar workshop ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan dan S1 Kebidanan, serta melibatkan dosen sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara luring dengan rangkaian registrasi, pembukaan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi interaktif.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini berfokus pada konsep dasar Therapy Sujok, yaitu teknik pengobatan komplementer yang memanfaatkan titik-titik energi pada tangan (su) dan kaki (jok) sebagai media terapi. Berdasarkan uraian pada halaman 5, metode ini dikenal sebagai pendekatan yang sederhana, efektif, dan mudah diaplikasikan, serta memiliki manfaat dalam aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif dalam pelayanan kesehatan. Selain itu, pada lampiran halaman 11–12, ditampilkan ilustrasi peta titik energi pada tangan dan kaki serta konsep keseimbangan energi yang menjadi dasar terapi Sujok, sehingga memperkaya pemahaman visual peserta terhadap materi yang disampaikan. Pelaksanaan workshop dirancang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik langsung. Pada halaman 8 dijelaskan bahwa metode pembelajaran mencakup demonstrasi oleh instruktur serta praktik pijat (tui na pediatri) oleh peserta menggunakan alat yang telah disediakan. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan memperkuat keterampilan mahasiswa dalam mengimplementasikan terapi komplementer di lapangan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, dengan partisipasi aktif dalam sesi diskusi serta praktik. Berdasarkan evaluasi pada halaman 10, kegiatan berjalan lancar sesuai dengan rencana, meskipun terdapat keterbatasan waktu praktik sehingga belum seluruh peserta dapat mencoba secara optimal. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa diarahkan untuk melakukan implementasi terapi secara langsung di lingkungan masing-masing sebagai bentuk penguatan kompetensi.
Secara strategis, kegiatan ini memberikan dampak signifikan terhadap penguatan profil lulusan Program Studi Kebidanan, khususnya dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi dalam asuhan komplementer, berpikir holistik, dan mampu memberikan pelayanan yang aman serta berbasis kebutuhan klien. Pada tingkat fakultas dan Universitas Bhakti Kencana, kegiatan ini memperkaya inovasi pembelajaran, memperkuat integrasi keilmuan, serta mendukung pencapaian lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di bidang kesehatan.Melalui kegiatan ini, Universitas Bhakti Kencana kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kebidanan yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga mengintegrasikan pendekatan komplementer yang relevan dengan perkembangan praktik pelayanan kesehatan modern.



