Workshop Akupresur dan Akupunktur
rogram Studi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhakti Kencana terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar bertema “Workshop Akupresur dan Akupunktur.” Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan terapi komplementer dalam pelayanan kebidanan modern, di mana bidan dituntut tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga mampu mengintegrasikan pendekatan nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam praktik pelayanan kesehatan.
Kuliah pakar ini dilaksanakan pada Rabu, 14 Desember 2022 mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB, bertempat secara luring (offline) di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhakti Kencana. Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan tingkat III, sebagai bagian dari penguatan kompetensi pada mata kuliah pengembangan asuhan komplementer.
Hadir sebagai narasumber, Winda Sari, AKp, seorang praktisi akupunktur dan akupresur yang memiliki pengalaman sebagai trainer dan praktisi di bidang terapi komplementer. Berdasarkan profil pada lampiran halaman 12, narasumber memiliki latar belakang pendidikan akupunktur serta aktif dalam praktik klinis dan pelatihan, sehingga memberikan nilai tambah dalam penyampaian materi yang aplikatif dan berbasis pengalaman.
Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar akupresur dan akupunktur, sejarah perkembangan terapi, prinsip kerja titik-titik saraf tubuh, hingga implementasinya dalam pelayanan kebidanan. Pada halaman 6, dijelaskan bahwa akupresur merupakan teknik terapi dengan stimulasi titik tertentu tanpa menggunakan jarum, sedangkan akupunktur menggunakan jarum sebagai media terapi, keduanya bermanfaat untuk mengurangi nyeri, ketegangan, dan berbagai keluhan kesehatan lainnya.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif dengan metode pembelajaran berupa pemaparan materi, demonstrasi, serta praktik langsung oleh peserta. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, sebagaimana tergambar pada dokumentasi kegiatan halaman 15–16, di mana mahasiswa активно terlibat dalam praktik terapi dan diskusi bersama narasumber.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dan implementasi terapi akupresur dan akupunktur dalam lingkup kebidanan, serta mendapatkan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktis. Meskipun terdapat keterbatasan waktu dan cakupan peserta yang masih terbatas pada tingkat III, kegiatan ini tetap memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
Secara strategis, kuliah pakar ini memberikan dampak positif terhadap penguatan profil lulusan Program Studi D3 Kebidanan, khususnya dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi komplementer, mampu memberikan asuhan kebidanan berbasis holistik, serta adaptif terhadap perkembangan praktik kesehatan modern. Pada tingkat fakultas dan Universitas Bhakti Kencana, kegiatan ini memperkuat mutu pembelajaran, memperkaya inovasi akademik, serta mendukung pencapaian lulusan yang profesional, unggul, dan berdaya saing.Melalui kegiatan ini, Universitas Bhakti Kencana kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kebidanan yang integratif, menggabungkan pendekatan klinis dan komplementer guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.



